• Bahaya Lisan

  • New Masyarakat.net
  • Bahaya Lisan

    Aswar Hasan (aras)

    Aswar Hasan

    مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

    (HR. al-Bukhārī  dan Muslim)  Artinya: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. al-Bukhārī  dan Muslim).

    Hadis ini merupakan salah satu hadis yang sering dijadikan landasan etika berbicara dalam Islam yangmenekankan bahwa betapa pentingnya menjaga lisan sebagai cerminan dari iman seseorang. Dalam Islam, ucapan bukanlah perkara sepele. Kata-kata bisa menjadi sebab datangnya pahala atau sebaliknya, mendatangkan dosa yang menggerogoti amal baik seseorang.

    Tidak heran jika Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali. Dalam karya-karyanya seperti Ihya Ulumuddin, menasehatkanpentingnya menjaga lisan. Salah satu ungkapan beliau yang sangat masyhur adalah:

    “Lidah itu sangat ringan, tetapi ia mampu mengangkatmu ke derajat paling tinggi, dan bisa pula menjatuhkanmu ke derajat paling rendah.”

    Ucapan ini menggambarkan ironi kekuatan lidah: walau kecil dan ringan, dampaknya sangat besar. Lidah bisa menjadi jembatan menuju kemuliaan jika digunakan untuk dzikir, menyampaikan kebenaran, menasehati dengan bijak, atau membela yang lemah. Namun, lidah juga bisa menjadi jalan menuju kehinaan apabila digunakan untuk memfitnah, berdusta, menggunjing, memecah belah, dan menyebar kebencian.

    Imam Al-Ghazali mengklasifikasikan dosa-dosa lisan dalam berbagai bentuk, antara lain: ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), kebohongan, kesombongan dalam ucapan, mencela, dan ucapan sia-sia yang tidak memberi manfaat. Menurut beliau, dosa lisan lebih berbahaya karena sering dianggap remeh dan dilakukan tanpa kesadaran. Padahal, satu kalimat saja bisa membuat seseorang terjerumus ke dalam neraka, sebagaimana dijelaskan dalam hadis:


  • Baca Juga :

  • "Sesungguhnya ada seorang hamba yang mengucapkan suatu kata yang ia anggap remeh, padahal dengan kata itu ia terjerumus ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat." (HR. Bukhari dan Muslim).

    Dalam kehidupan sehari-hari, kita melihat bagaimana kata-kata membentuk persepsi, memengaruhi opini, bahkan memicu konflik besar. Media sosial misalnya, adalah ruang publik yang kini menjadi ladang ujian lisan dalam bentuk tulisan. Betapa banyak orang terjebak dalam ujaran kebencian, fitnah, dan saling cela, yang dampaknya jauh lebih luas daripada sekadar perdebatan pribadi.

    Imam Al-Ghazali juga mengingatkan bahwa lisan adalah cermin dari hati. Jika hati penuh kebaikan dan kebersihan jiwa, maka yang keluar dari lisan adalah ucapan-ucapan yang menyejukkan dan menebar kebaikan. Sebaliknya, jika hati dipenuhi penyakit, maka lidah akan menjadi alat yang menyebarkan racun sosial.

    Karenanya, menjaga lisan bukan hanya perkara akhlak, tapi juga ibadah. Diam dalam kebatilan lebih baik daripada berkata tanpa ilmu. Dan berkata dengan bijak lebih utama daripada diam dalam kebenaran. Keseimbangan inilah yang ditekankan oleh Imam Al-Ghazali: bahwa lisan harus dikendalikan dengan ilmu, kesadaran, dan niat baikberdasarkan Qur’an dan Sunnah.

    Akhirnya, kita harus bertanya pada diri sendiri: apakah lisan kita mengangkat kita ke derajat tinggi di sisi Allah, atau justru sedang menggiring kita perlahan ke jurang kehinaan? Waktu yang kita punya adalah kesempatan untuk memperbaiki dan menahan diri, agar setiap kata yang keluar dari mulut kita menjadi sumber pahala, bukan penyesalan.

    Petuah ulama salaf mengatakan; “Setiap pagi, seluruh anggota tubuh tunduk kepada lidah dan berkata: ‘Bertakwalah kepada Allah dalam urusan kami. Jika engkau lurus, kami pun akan lurus. Jika engkau bengkok, maka kami pun akan binasa bersamam”.

    Semoga kita termasuk orang-orang yang menjaga lisandan memanfaatkannya untuk kebaikan, sesuai petunjuk Rasulullah ﷺ dan nasihat para ulama bijak seperti Imam Al-Ghazali. Wallahu a’lam bisawwabe.





  • Update Info Covid 19 Nasional dan Internasional Disini:

  • Tag :

  • Komentar :

  • Share :



Baca Lainnya



Kalau Sudah Berihram, Bukalah Topengmu

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Naik Haji? Perbaiki Niat

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Awas KUHP dan KUHAP Baru Mulai Berlaku Hari Ini

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Belajar dari Cacing

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Tobat Ekologis: Amanah Menjaga Bumi

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Bangkitlah

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Awal Baik, Kunci Kesuksesan

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Penghujung Waktu

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Boleh Marah, Meludah Jangan

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0