• Ketika Mereka Mengabaikan AlQuran

  • New Masyarakat.net
  • Ketika Mereka Mengabaikan AlQuran

    Aswar Hasan (aras)

    Aswar Hasan 

    وَقَالَ ٱلرَّسُولُ يَٰرَبِّ إِنَّ قَوْمِى ٱتَّخَذُوا۟ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ مَهْجُورًۭا

    Wa qaalar-Rasoolu yaa Rabbii inna qawmittakhazuu haazal-Qur'aana mahjuuraa.

    "Berkatalah Rasul: 'Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur'an ini sesuatu yang diabaikan’ (ditinggalkan)." (QS. Al-Furqan: 30

    Ayat ini menjelaskan keluhan Nabi Muhammad ﷺ kepada Allah karena kaumnya meninggalkan Al-Qur'an. Kata "mahjuura" berarti "ditinggalkan" dalam berbagai bentuk, seperti, Tidak membaca atau menghafalnya. Membaca tetapi tidak memahami maknanya. Memahami tetapi tidak mengamalkan isinya. Menggantikan hukum-hukum Al-Qur'an dengan aturan lain.

     M. Quraish Shihab dalam tafsir al Mishbah jilid 9 mengutip pendapat Ibn al- Qayyim mengenai kata mahjuran yang memiliki 5 makna yaitu; 
    1.Tidak tekun mendengarkan al Qur’an. 
    2. Tidak mengindahkan halal dan haramnya walau dipercaya dan dibaca. 
    3. Tidak menjadikannya rujukan dalam menetapkan hukum menyangkut ushul ad Din (prinsip- prinsip ajaran agama) dan perinciannya.
    4. Tidak berupaya memikirkan apa yang dikehendaki oleh Allah swt yang menurunkannya.
    5. Tidak menjadikannya obat bagi semua penyakit- penyakit kejiwaan. 

    Menurut Tafsir Jalalayn, ayat ini menunjukkan bahwa umat Nabi Muhammad ﷺ tidak hanya di zaman Quraisy, tetapi juga di masa-masa setelahnya, akan ada kelompok yang mengabaikan Al-Qur'an baik dalam pemahaman maupun penerapannya. Sementara itu, Ibnu Katsir juga menekankan bahwa meninggalkan Al-Qur'an akan menyebabkan umat Islam lemah dan jatuh dalam kehinaan. 

    Karena itu, Dr (Sir) Muh. Iqbal selaku cendekiawan mewujudkan keresahannya bahwa Al-Qur’an seharusnya menjadi sumber kebangkitan, bukan hanya sekadar simbol suci tanpa makna dalam kehidupan umat Islam. Ia pun menuliskannya dalam puisi, dengan menyatakan; Kalian membaca Al-Qur’an, tapi bukan dengan hati, Bukan untuk memahami, hanya untuk dinyanyikan, Kalian mencium dan menghias sampulnya indah,


  • Baca Juga :

  • Tapi ajarannya tak hidup dalam hidup kalian. Kalian shalat, tapi hati kalian lalai, Kalian berpuasa, tapi tetap tamak dunia, Kalian mengaku umat terbaik di dunia, Tapi akhlak kalian memudarkan cahaya. Apa gunanya kitab suci di tangan?Jika ia tak menyala dalam tindakan? Umat ini tertidur, lupa warisan.  Sedang musuh bangkit, merebut zaman.

    Itu adalah salah satu puisi terkenal Muhammad Iqbal yang mengekspresikan keresahannya terhadap umat Islam yang mengabaikan Al-Qur’an. Iqbal sering mengkritik bagaimana umat Islam tidak lagi memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an, hanya menjadikannya bacaan tanpa refleksi. Dalam puisinya, ia menyampaikan bahwa Al-Qur’an adalah sumber kebangkitan dan kemuliaan umat, tetapi banyak yang hanya membacanya secara ritual tanpa menggali maknanya. 

    Dalam konteks ini, Iqbal menyeru umat untuk kembali kepada semangat memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dengan penuh kesungguhan, bukan sekadar membacanya tanpa meresapi maknanya.

    Meninggalkan Al-Qur'an adalah keluhan Nabi Muhammad, SAW. Bentuk-bentuk meninggalkan Al-Qur'an adalah termasuk tidak membacanya, tidak memahaminya, dan tidak mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya adalah kemunduran umat Islam – Ketika Al-Qur'an tidak lagi menjadi pedoman, umat Islam akan kehilangan arah dan jatuh dalam kehinaan.

    Sayyid Jamaluddin al-Afghani, seorang pemikir Muslim abad ke-19 yang dikenal sebagai pelopor gerakan Pan-Islamisme dan reformasi Islam menyatakan: 

    "Umat Islam mundur karena meninggalkan kitabnya, sementara umat lain maju justru juga karena meninggalkan kitabnya." 

    Jadi,  jika umat Islam ingin maju, maka jawabnya adalah kembali kepada al Qur’an.  Wallahu a’lam bisawwabe.





  • Update Info Covid 19 Nasional dan Internasional Disini:

  • Tag :

  • Komentar :

  • Share :



Baca Lainnya



Kalau Sudah Berihram, Bukalah Topengmu

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Naik Haji? Perbaiki Niat

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Awas KUHP dan KUHAP Baru Mulai Berlaku Hari Ini

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Belajar dari Cacing

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Tobat Ekologis: Amanah Menjaga Bumi

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Bangkitlah

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Awal Baik, Kunci Kesuksesan

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Penghujung Waktu

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Boleh Marah, Meludah Jangan

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0