• HKTI Hadir untuk Sumatra: Bantuan Darurat dan Pemulihan Lahan Pertanian

  • New Masyarakat.net
  • HKTI Hadir untuk Sumatra: Bantuan Darurat dan Pemulihan Lahan Pertanian

    HKTI Hadir untuk Sumatra: Bantuan Darurat dan Pemulihan Lahan Pertanian(PJMI)

    Jakarta, MASYARAKAT.NET — Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap kedua bagi korban bencana alam di Pulau Sumatra yang meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Penyaluran yang dilaksanakan di Jakarta, Rabu (31/12/2025) ini untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terdampak sekaligus menjaga keberlanjutan kehidupan di wilayah yang banyak bergantung pada sektor pertanian.

    Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, yang juga Ketua Umum HKTI, mengungkapkan pada tahap kedua ini, HKTI menyalurkan bantuan senilai sekitar Rp2,4 miliar dengan dukungan kurang lebih 30 kendaraan logistik. Bantuan tersebut merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang telah disalurkan sebelumnya. 

    “Secara keseluruhan, bantuan yang telah dihimpun dan disalurkan HKTI hingga saat ini mencapai sekitar Rp3,6 miliar dan masih terbuka untuk bertambah seiring masuknya dukungan dari berbagai pihak,” ujarnya.

    Bantuan kedaruratan yang dikirim berupa bahan pangan, selimut, perlengkapan bayi, pembalut, serta kebutuhan harian lainnya yang sangat dibutuhkan di lokasi bencana.

    "Seluruh bantuan disalurkan melalui koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar tepat sasaran. Tim HKTI juga ditugaskan di lapangan untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” imbuhnya.

    Lebih lanjut, Wamentan Sudaryono menegaskan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi harus diikuti dengan langkah pemulihan sektor pertanian. Berdasarkan data sementara, sekitar 70 ribu hektare lahan pertanian terdampak bencana, meskipun tidak seluruhnya mengalami gagal panen (puso). Dari jumlah tersebut, sekitar 15 hingga 20 ribu hektare tercatat mengalami puso.

    “Untuk lahan yang mengalami puso, pemerintah akan melakukan pemulihan melalui program cetak sawah. Sawah yang rusak akan dikembalikan seperti kondisi semula, dengan dukungan penyediaan lahan, benih, serta alat dan sarana produksi pertanian,” ungkap Sudaryono. 


  • Baca Juga :

  • Program ini akan mulai didata dan dilaksanakan setelah Januari, seiring proses pembersihan wilayah terdampak.

    Sementara itu, lahan pertanian yang terdampak namun tidak mengalami puso, seperti lahan yang sempat terendam atau terkendala akses, tetap dipantau dan didukung sesuai kebutuhan. Dari sisi peternakan, pemerintah juga telah melakukan identifikasi terhadap ternak terdampak, termasuk ayam, sapi, dan kambing, yang terus ditangani melalui program pemulihan pascabencana setelah fase kedaruratan berakhir.

    Sudaryono menambahkan, besarnya bantuan yang terkumpul menunjukkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat.

    "Respons publik selalu cepat ketika terjadi musibah, baik melalui penggalangan dana, penyaluran barang, maupun keterlibatan langsung di lapangan. Inilah modal sosial bangsa kita,” pungkasnya. 

    HKTI menegaskan bantuan kemanusiaan dan pemulihan pertanian bagian dari komitmen jangka panjang membantu masyarakat. Melalui gotong royong dan kolaborasi dengan pemerintah serta berbagai pihak, bantuan diharapkan mendorong kebangkitan masyarakat dan ketahanan pangan.(Bur)





  • Update Info Covid 19 Nasional dan Internasional Disini:

  • Tag :

  • Komentar :

  • Share :



Baca Lainnya